Postingan

Menampilkan postingan dengan label tren

"Kakak Rindu Teman-Teman dan Bu Guru"

Gambar
Sudah sekitar empat bulan sejak kebijakan Belajar dari Rumah  diterapkan oleh Pemerintah. Sebelum pandemi, mungkin tak pernah sekalipun terpikir oleh kita bahwa anak-anak akan mengalami masa-masa seperti ini. Tanpa adanya persiapan, bisa dipastikan mental orang tua dan anak-anak akan terbebani dan stressful . Saya sendiri tak pernah menyangka akan mendengar putri sulung saya yang baru saja naik ke TK B beberapa kali berkata, " Ayah, Kakak rindu teman-teman dan Bu Guru di sekolah. Kapan virus Corona-nya hilang? " Maka jawaban saya konsisten dan sederhana saja, " Sabar ya, Kakak. Berdoa saja supaya vaksinnya cepat ketemu dan virusnya bisa cepat hilang biar Kakak bisa main-main lagi sama teman-teman, dan bisa jalan-jalan lagi ke mall sama Ayah, Bunda, dan Adik. " Baca juga: Jika Pandemi COVID-19 Berakhir Saya ingat saat masa kanak-kanak dahulu pada masa liburan sekolah, terkadang ada rasa rindu suasana sekolah dan teman-teman, meski sebenarnya mungkin sa...

Menjaga Negeri dari Dampak Pandemi Dengan Berinvestasi di ORI017

Gambar
Pada tanggal 15 Juni 2020, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mulai menawarkan Obligasi Negara Ritel seri 017 (ORI017) . Salah satu jenis Surat Utang Negara (SUN) ini memiliki kupon atau tingkat pengembalian sebesar 6,40% per tahun, dengan pembelian minimal Rp1 juta berlaku kelipatannya, dan maksimal Rp3 miliar. Surat Utang Negara merupakan salah satu instrumen yang diterbitkan Pemerintah dalam rangka menutupi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tahun ini diprediksi mencapai 6,34%. Perlu diketahui bahwa melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan , defisit APBN sampai dengan tahun 2022 diperbolehkan melebihi ketentuan yang ditet...

Tahun Baru = Harapan Baru = Mental Baru

Gambar
Selamat tahun baru 2016! Mungkin tulisan ini terlambat tapi setidaknya masih dibuat dalam pekan pertama di tahun 2016. Apa kegiatan Anda "merayakan" pergantian tahun lalu? Apapun itu, semoga Anda melewatkan malam pergantian tahun dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan bisa membangun semangat baru. Kalau saya, menghabiskan setengah hari bersama keluarga mengunjungi Taman Hewan Pematangsiantar. Melihat ekspresi kegirangan putri saya saat melihat dan berinteraksi dengan hewan-hewan di sana, sungguh tak ternilai. Itu adalah kebahagiaan sejati bagi saya. Tapi tulisan ini dibuat bukan sebagai diary tentang aktivitas saya, melainkan sebagai bahan renungan dan (semoga) menginspirasi. Seperti biasa, saat pergantian tahun, pasti Anda tak asing dengan kata 'Resolusi'. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Resolusi diartikan sebagai  Putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); ...

Krisis Listrik di Kota Medan, Sumatera Utara

Gambar
Tak bisa digambarkan lagi bagaimana kekecewaan, kekesalan, dan kesedihan warga Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) . Bagaimana tidak, setiap hari Kota Medan harus mengalami pemadaman listrik selama berjam-jam, dengan frekuensi hingga tiga atau bahkan empat kali. Parahnya lagi, pemadaman bergilir bukan hanya terjadi di tahun ini, namun telah bertahun-tahun. Bahkan pernah sekali atau dua kali Kota Medan dilanda gelap total ( blackout ). Medan adalah kota besar namun miskin listrik. Sungguh ironis dengan pesatnya pembangunan infrastruktur. Penyebab Krisis Listrik Menurut Pihak PLN Tak pernah jelas apa penyebab krisis listrik yang melanda Kota Medan, namun PLN Sumbagut selalu beralasan karena kurangnya daya pembangkit listrik. Kenapa bisa defisit? Mungkin itulah pertanyaan pokok yang jawabannya perlu diungkapkan ke publik dengan transparan. Apakah semua itu disebabkan oleh korupsi? Mungkin saja. Setelah m...

Spontanitas: Melepaskan Topeng Diri dan Menjadi Diri Sendiri

"Prestasi terbesar dalam kehidupan adalah saat Anda tetap menjadi diri Anda sendiri ketika dunia mencoba mengubah Anda." Seringkali kita dengar nasihat dari rekan, keluarga, teman, para ahli, atau tukang sok pintar, dan tukang omong kosong lainnya tentang menjadi diri sendiri. Nasihat dan saran yang bagus, namun pastinya sangat sulit untuk diterapkan. Pada nyatanya mencoba mengenali diri kita sendiri adalah proses alamiah yang berlangsung cukup panjang dan berdasarkan riset spontan yang terjadi selama bertahun-tahun. Seperti saya tuliskan, 'spontan', jadi sebenarnya proses yang disengaja untuk mencoba menjadi diri kita sendiri adalah sebuah omong kosong. Semakin kita berusaha menjadi diri sendiri, justru akan membuat kita semakin menjadi pribadi lain atau mencoba meniru pribadi orang lain yang kita jadikan tolok ukur/panutan/sosok ideal. Dengan kata lain, kita akan tersesat dan terbebani dengan gambaran sosok ideal dan semakin tidak mengenali kepribadian seja...

Geng Motor Kota Medan: Sebuah Aksi atau Reaksi?

Gambar
"Akhir pekan menjadi hari yang sangat tak aman bagi warga Medan sekarang ini. Bagaimana tidak, saban akhir pekan, ada saja ulah geng motor yang mengacaukan kenyamanan dan keamanan warga. Minggu (5/2/2012) tadi malam, geng motor menyerang restoran cepat saji di Titi Kuning, Jalan AH Nasution, Medan. Serangan tiba-tiba ini keruan saja membuat panik seluruh pengunjung restoran. Puluhan pengendara sepeda motor itu datang dan langsung melempari kaca restoran. Mereka masuk ke dalam restoran dan lalu merusak meja-meja. Seorang pengunjung juga menjadi korban perampasan. Tas laptop berisi buku miliknya dilarikan para penyerang." (www.medantalk.com; 6 Pebruari 2012; Judul: Minggu Malam, Geng Motor Beraksi Lagi).

Perjuangan Keras Untuk Mewujudkan Resolusi Tahun Ini: Membentuk Tubuh Ideal

Gambar
Menjelang akhir tahun, banyak orang mulai mempersiapkan rencana liburan ataupun bersiap menghadapi pekerjaan yang overbusy . Seperti saya dan rekan-rekan kerja yang mulai disibukkan dengan berbagai pekerjaan yang menumpuk jelang akhir tahun.  Ah , tapi bukan itu topik tulisan saya kali ini, pekerjaan sebaiknya dijadikan urusan profesional di kantor saja. Saya malah lebih tertarik untuk mengajak Anda merenungkan kembali tentang resolusi atau tujuan yang telah Anda tetapkan di awal tahun atau akhir tahun lalu. Tahun 2012 hampir berlalu, sudahkah Anda mewujudkan resolusi Anda? Awal tahun lalu, saya pernah menulis blog di laman blog saya terdahulu tentang resolusi yang harus sebisa mungkin saya wujudkan di tahun ini. Saya hampir saja menuliskan 'menikah' tapi saya urungkan karena sepertinya menikah bukanlah sebuah ritual yang bisa dijadikan resolusi hanya dalam kurun waktu setahun, ini harus dijadikan resolusi jangka panjang. Akhirnya saya menuliskan: Memiliki tubuh ideal . Resolu...