Postingan

Menampilkan postingan dengan label hobi

Mengoleksi Buku, Mengabadikan Ilmu

Gambar
Sunmore (san.mo.ri). Begitu saya memberikan nama kepada rutinitas yang saya lakukan setiap hari Minggu pagi: membaca buku. Sunmore merupakan akronim dari Sunday Morning Read . Sebenarnya kebiasaan membaca buku saya lakukan hampir setiap hari; biasanya menjelang tidur malam hari. Namun Sunmore merupakan agenda wajib yang pantang dilewatkan. Saat akhir pekan, biasanya anak-anak bangun tidur lebih siang. Kesempatan ini saya manfaatkan untuk membaca buku. Spot favorit saya adalah di meja kamar, sambil duduk di bean bag , dekat dengan jendela sehingga saya mendapatkan cukup cahaya mentari yang hangat, dan terkadang sesekali saya mengagumi tanaman di depan rumah yang bergoyang diterpa angin semilir pagi hari. Tak lupa, secangkir kopi hangat melengkapi me time versi saya. Aah , nikmatnya! Selain menulis, menggambar dan membaca juga sudah menjadi hobi saya sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Bahkan pada saat itu saya menulis sebuah novel misteri berisi rangkaian cerita pendek. Saya...

ASN Juga Harus Melek Keuangan Pribadi

Gambar
Pengelolaan keuangan pribadi pada individu yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sepertinya belum menjadi topik diskusi yang lumrah pada interaksi sehari-hari, mengingat profesi ASN bisa dibilang sensitif terhadap hal-hal yang terkait dengan kekayaan. Seolah tabu apabila ASN berbicara tentang harta atau aset kekayaannya, atau ASN tidak boleh kaya, dan jika benar kaya, maka stigma hasil korupsi pun bisa saja melekat pada pribadinya. Padahal menyadari posisi atau kondisi keuangan di saat ini dan kemampuan menentukan tujuan keuangan di masa depan merupakan bentuk literasi keuangan yang paling dasar. Kedua hal tersebut dapat dicapai melalui keterbukaan informasi dan diskusi. Perlu diingat bahwa keterbukaan informasi tidak berarti pamer harta kekayaan atau flexing .  Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022 menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68%. Sementara indeks inklusi keuangan mencapai 85,10%. Artinya apa? ...

Sinergisme "Maling Gorengan" dan "Gembel" yang Berhasil Membuka Mata Banyak Pihak

Gambar
KBBI: Gembel = melarat; miskin sekali. Minggu (4/11/2018), pertandingan besar dilangsungkan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, antara tuan rumah PERSEBAYA melawan Persija , sebagai bagian kompetisi Liga 1 tahun 2018. Laga yang disebut-sebut akan menjadi lahan panen sanksi denda dari PSSI ini justru berjalan sangat menarik, ditambah dukungan sepanjang laga dari BONEK yang sangat atraktif. Jika saya tuliskan 'sepanjang laga', maka itu benar-benar terjadi, bukan hanya selama 90 menit, tapi juga menjelang dan selepas pertandingan. Namun demikian, sebenarnya BONEK (dan juga panitia) memiliki motivasi tambahan dengan mencoba memanfaatkan situasi dan momen permasalahan antara Via Vallen dan penyerang Persija asal Kroasia, Marko Simic . Via Vallen sendiri adalah penyanyi dangdut yang juga arek Suroboyo . Dalam salah satu  Instagram story -nya beberapa waktu lalu, Via men- screen capture sebuah pesan dari seseorang yang melecehkan dirinya secara seksual dengan me...

Menggerakkan Literasi di Lingkungan Ditjen Perbendaharaan

Gambar
"Tingkatkan Literasi Perbendaharaan Untuk Menggemakan Pembangunan" , menjadi tema Hari Bakti Perbendaharaan Tahun 2018 . Tema ini bagi saya sangat menarik karena mengusung kata literasi. Tentunya saya sangat akrab dengan istilah ini, mengingat saya relatif cukup lama berkecimpung di dunia literasi, khususnya jurnalistik dan blogging . Selain menarik, tentu saja tema itu menjadi sangat tepat mengingat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) sedang giat melaksanakan branding image (proses mengenalkan dan mendefinisikan identitas dan peranan organisasi kepada stakeholders dan/atau masyarakat). Branding tak harus melulu tentang logo, semboyan, atau media visual lain, melainkan juga tentang ulasan atau liputan terkait produk terkait. Dalam hal ini, branding DJPb lebih menekankan pada tulisan/artikel seputar proses penyelenggaraan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) , kisah-kisah inspiratif para pegawai DJPb, dan peranan nyata DJPb dalam pembangunan, baik infrastr...

BONEK dan PERSEBAYA: Refleksi Kilas Balik Pertempuran 10 November 1945

Gambar
Sekilas Revolusi Surabaya/Insiden Bendera Berdarah Malam hari, 18 September 1945, rakyat Indonesia, khususnya warga Surabaya, masih larut dalam euforia proklamasi kemerdekaan, ketika bendera triwarna Belanda berkibar di atas Hotel Yamato (kini bernama Hotel Majapahit), Surabaya. Peristiwa ini memicu aksi protes besar-besaran oleh warga Surabaya keesokan hari. Aksi protes yang akhirnya berujung pada kerusuhan dan pertempuran. Bahkan pertempuran ini akhirnya tercatat sebagai pertempuran terbesar dan terberat dari rangkaian pertempuran pascaproklamasi yang menjadi bagian dari Revolusi Nasional Indonesia . Pertempuran ini juga merupakan pertempuran terbesar yang pertama kali terjadi setelah perang dunia II berakhir (sumber: buku Good News from Indonesia , oleh Akhyari Hananto . "The Indonesian people in Surabaya did not care about the victims. If one fell, another one came forward. Bren firing continued to arrive in greater numbers, pushing on and on..." (Lieut-Col. A.J...

Selamat Datang Kembali, PERSEBAYA

Gambar
Saat tulisan ini saya susun, sudah tak terhitung lagi berbagai dokumentasi yang saya dapatkan berupa kumpulan foto maupun tulisan dari dulur-dulur (saudara-saudara) BONEK yang penuh sukacita, optimisme, dan kebanggaan menyambut saat-saat kembalinya tim yang mereka banggakan, PERSEBAYA . Kalau saya, tak perlu ditanya, termasuk salah satu diantaranya. Tulisan ini juga saya susun secara spontan karena begitu senangnya menyambut putusan Executive Commitee (Exco) PSSI yang akhirnya memberi izin kepada Bajul Ijo untuk berlaga di Divisi Utama mulai musim kompetisi 2017. Memang itu hanyalah kompetisi sepakbola kasta kedua di tanah air, tetapi setidaknya ini adalah awal baru, era baru setelah sekitar empat tahun PERSEBAYA dipaksa 'mati suri'. Lagipula, jika klub asal Surabaya harus berlaga di kasta terbawah sekalipun, antusiasme ini tak akan berkurang kualitasnya. Antusiasme BONEK di Surabaya sambut kembali berlaganya PERSEBAYA di kompetisi resmi. Sumber: Facebook Kapten J...