Postingan

Menampilkan postingan dengan label keluarga

Setahun Menikmati Slow Living di Tanjung Selor, Kalimantan Utara

Gambar
Sebelum membaca lebih jauh, untuk memahami konteks tulisan kali ini, saya sarankan Anda membaca terlebih dahulu tulisan saya sebelumnya berjudul "Dunia Terbalik dan Panas di Bulan Agustus yang Hectic" dan  "Takdirmu Tidak Akan Melewatkanmu" . 28 Maret 2024, Gedung Dwi Warna, Kota Bandung Saya segera mengunduh surat keputusan mutasi yang dikirimkan seorang rekan kerja melalui Whatsapp, menggulir halaman demi halamannya hingga menemukan nama saya sendiri. Dan di situlah, tepat di halaman 37, bagian Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Kalimantan Utara , Kepala Seksi Pembinaan Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat. Setelah sekian detik mencerna informasi itu, saya segera mengabarkan ke istri melalui aplikasi perpesanan yang sama. Selanjutnya saya segera mencari di Google tentang lokasi kantor baru saya tersebut. Bersamaan dengan itu, satu per satu notifikasi pesan pribadi masuk melalui Whatsapp yang berasal dari rekan-rekan kerja di DJP...

Menulis Ulang Naskah Kehidupan

Gambar
"Dulu waktu kecil, cita-cita Ayah apa?" tanya si bungsu kepada saya suatu hari. "Cita-cita Ayah gonta-ganti. Pernah Ayah pengen jadi pemadam kebakaran, pilot pesawat tempur, pebalap motor... banyaklah," jawab saya. "Berarti Ayah gak berhasil ya? Kok sekarang kerjanya di Kementerian Keuangan?" lanjutnya. "Bukan gak berhasil, tapi kadang-kadang cita-cita kita bisa berganti seiring waktu. Sekarang Adik pengen jadi polisi, bisa jadi beberapa tahun lagi Adik pengen jadi pemain bola. Yang penting sekarang Adik belajar yang rajin dan nabungnya banyakin!" saya coba memberikan jawaban sesederhana mungkin agar bisa dipahami oleh anak usia 7 tahun. Tentang Keluarga Momen-momen berharga seperti pernikahan, kelahiran anak, dan lika-liku kehidupan menjadi orang tua benar-benar membuka kembali mata saya bahwa naskah kehidupan bisa ditulis ulang. Bukan bermaksud menentang takdir tapi ini semacam ikhtiar yang memang layak untuk dilakukan. Jika tadinya saya hanya ...

Takdirmu Tidak Akan Melewatkanmu

Gambar
Jumat, 8 Maret 2024. Lantai 2 Gedung Dwi Warna, Kota Bandung. Selepas Salat Jumat.   "Cecen, ke ruangan saya sebentar," begitu kira-kira atasan saya memanggil. Saya yang saat itu sedang fokus bekerja, mendadak bertanya-tanya. Tak biasanya atasan saya memanggil ke dalam ruang kerjanya. Jika ia butuh bantuan teknis terkait teknologi, biasanya rekan saya yang jauh lebih muda yang jadi andalannya. Saya bangkit dari tempat duduk, mengucap bismillah , dan menuju ke ruangan atasan sambil mencoba berpikir, "Kira-kira, ada hal penting apa ya?" "Ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya saya setelah minta izin masuk ke ruangan atasan. Segera ia meminta saya mendekat, dan mengucapkan "Selamat, sudah ready now ," sambil menjabat tangan saya. "Nota dinas sudah saya disposisi ke akun kamu," lanjutnya dengan ramah. Saya pun menjabat tangannya dan tak mampu memikirkan kata-kata lain selain, "Terima kasih banyak, Pak." Ready Now Ready Now . Tulisa...

Dunia Terbalik dan Panas di Bulan Agustus yang Hectic

Gambar
"Sadari sungguh-sungguh bahwa Saat Sekarang merupakan satu-satunya milik Anda. Jadikan Saat Sekarang sebagai fokus utama kehidupan Anda... Apa yang Anda rasakan sebagai berharga bukanlah waktu, tetapi satu titik di luar waktu, yaitu Saat Sekarang. Itu yang memang sangat berharga. Semakin Anda terfokus pada waktu—masa lalu atau masa depan—semakin Anda kehilangan Saat Sekarang, yaitu hal yang paling berharga... Hidup adalah Sekarang. Tidak pernah ada masa lalu dan masa depan ketika kehidupan Anda tidak berada pada Saat Sekarang...." Kutipan kalimat tersebut saya ambil dari buku The Power of Now , karya Eckhart Tolle . Buku itu mengajarkan pada kita untuk selalu berfokus pada saat ini, bukan pada masa lalu yang tidak bisa diubah, maupun masa depan yang belum tentu terjadi. Intinya bagus, kecuali banyak isinya yang menurut saya tidak logis, hanya bersifat teoritis, dan sepertinya hanya bisa diterapkan oleh manusia level "dewa" atau malah bajingan yang tak peduli pada ap...