Pengalaman Mengikuti Online Course Public Financial Management oleh International Monetary Fund (IMF)

Program #PhysicalDistancing dan penerapan #WorkFromHome yang dicanangkan Pemerintah sebagai upaya pencegahan dan penyebaran pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) mengharuskan kita beraktivitas penuh di rumah. Bagi saya, penerapan kedua program ini merupakan pengalaman baru. Jika rutinitas saya pada hari kerja biasanya beraktivitas di kantor, maka sekarang saya dituntut untuk menyelesaikan tugas di rumah dengan fasilitas mandiri. Pun demikian saat akhir pekan tiba, biasanya saya menghabiskan waktu bersama keluarga dengan berlibur atau sekedar menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan di dekat tempat tinggal. Namun kali ini mau tak mau kami harus beraktivitas di rumah saja.

Perubahan drastis rutinitas ini jika tidak dikelola dengan seksama, bisa jadi menghabiskan waktu percuma atau malah mengundang frustrasi. Bagi orangtua, momen seperti ini menuntut kreativitas untuk menemukan kegiatan bagi anak-anak agar tidak gampang merasa bosan di rumah. Sedangkan orangtua sendiri dituntut untuk mencari rangkaian kegiatan sedemikian rupa agar tidak dilanda rasa jenuh dan frustrasi. Saya sendiri, selain menyelesaikan pekerjaan di rumah, juga memanfaatkan kesempatan ini dengan membaca cukup banyak buku, dan mengambil beberapa kursus daring, baik yang disediakan oleh institusi tempat saya bekerja -Kementerian Keuangan, maupun kursus mandiri melalui sarana web seminar (webinar). Salah satu kursus daring yang saya ikuti adalah Online Course Public Financial Management (PFM) yang diselenggarakan melalui kerjasama Kementerian Keuangan Republik Indonesia bersama dengan International Monetary Fund Institute for Capacity Development (IMF ICD). Saya tertarik mengikuti kursus ini karena ingin mempelajari lebih dalam hal-hal terkait dengan ekonomi makro dan kebijakan fiskal apa saja yang bisa diambil Pemerintah dalam kondisi ekonomi tertentu. Selain itu, penyampaian materi dalam Bahasa Inggris juga merupakan tantangan tersendiri. Semestinya, tantangan harus diterima untuk menguji sejauh mana kemampuan kita.

Baca juga: Jika Pandemi COVID-19 Berakhir

Sejatinya kursus PFM diselenggarakan selama satu tahun, sejak tanggal 1 Mei tahun lalu dan berakhir pada tanggal 30 April 2020. Celakanya, saya baru mendapatkan penugasan resmi dari kantor pada tanggal 16 April 2020. Jadi, kursus yang mestinya berjalan setahun, harus saya selesaikan dalam waktu hanya dua pekan. Masalahnya, kursus ini menggunakan Bahasa Inggris untuk semua modul, materi, termasuk pengajarnya yang seluruhnya berasal dari IMF. Materinya terdiri atas video, bahan bacaan (jurnal, karya tulis), termasuk referensi website terkait topik pembahasan dari setiap modul. Materi utamanya berupa e-book setebal 470 halaman berjudul Public Financial Management and Its Emerging Architecture yang diterbitkan oleh IMF.

Public Financial Management and Its Emerging Architecture; IMF
Online course PFM terbagi menjadi lima bagian. Tiap bagian terdiri atas tiga modul. Jadi total keseluruhan berjumlah 15 modul. Masing-masing modul terdiri atas 5-8 bab dengan masing-masing bab terdapat tes/ujian. Sebelum mulai, peserta diwajibkan mengerjakan Pre-Course Test yang terdiri dari 25 soal. Saya hanya benar menjawab tujuh (skor 28%). Untung saja hasil Pre-Course Test tidak dijadikan dasar penilaian. Setelah menyelesaikan seluruh modul dan tes, maka saya harus menyelesaikan tes/ujian akhir yang pertanyaannya diambil dari keseluruhan modul. Untuk bisa lulus dari kursus ini dan mendapatkan sertifikat, saya harus mendapatkan skor minimal 60% untuk keseluruhan modul. Berikut pembagian modul-modulnya:

  • Part I: Course Introduction and Modern Perpectives of PFM.
    1. Module 1: Overview of PFM.
      • 1.1. Introduction;
      • 1.2. An Introduction to Public Financial Management, or PFM;
      • 1.3. The Budget Cycle;
      • 1.4. Areas of PFM;
      • 1.5. Concluding Module 1. 
    2. Module 2: PFM and Fiscal Policy.
      • 2.1. Introduction;
      • 2.2. Fiscal Policy Objectives (hasil tes 100%);
      • 2.3. The Role of PFM (hasil tes 92%);
      • 2.4. Fiscal Responsibility and Rules (hasil tes 76%);
      • 2.5. Concluding Module 2 (hasil tes 80%).
    3. Module 3: PFM and the Implementation of Fiscal Policy.
      • 3.1. Introduction;
      • 3.2. IMF's Role and the Importance of Public Financial Management (hasil tes 100%);
      • 3.3. Coverage (hasil tes 100%);
      • 3.4. Management of Fiscal Risks (hasil tes 100%);
      • 3.5. Oversight of Public Corporations (hasil tes 67%);
      • 3.6. Concluding Module 3 (hasil tes 60%).
  • Part II: The Budget as a Strategic Policy Tools.
    1. Module 4: Preparation and Approval of the Annual Budget.
      • 4.1. Introduction;
      • 4.2. What Is the Annual Budget and Why Is It Important?
      • 4.3. Key Principles of Budget Preparation (hasil tes 100%);
      • 4.4. Key Elements and Stages of Budget Preparation (hasil tes 100%);
      • 4.5. Budget Approval (hasil tes 33%);
      • 4.6. Appropriations and the Content of Budget Documents (hasil tes 100%);
      • 4.7. Concluding Module 4 (hasil tes 80%).
    2. Module 5: Medium-term Budgeting.
      • 5.1. Introduction;
      • 5.2. Benefits of a Medium-Term Perpective (hasil tes 100%);
      • 5.3. Macro-Fiscal Forecasting (hasil tes 100%);
      • 5.4. The Medium-Term Budget Framework (hasil tes 100%);
      • 5.5. Designing a Medium-term Budget Framework (hasil tes 50%);
      • 5.6. Examples of Medium-term Budget Frameworks (hasil tes 100%);
      • 5.7. Concluding Module 5 (hasil tes 80%);
      • 5.8. Additional Resources: United Kingdom's Medium-Term Budget Framework.
    3. Module 6: Tax Revenue Analysis.
      • 6.1. Introduction (hasil tes 100%);
      • 6.2. Stylized Facts on Tax Revenues (hasil tes 67%);
      • 6.3. Overview of Common Taxes (hasil tes 33%);
      • 6.4. Criteria of a Good Tax (hasil tes 100%);
      • 6.5. Institutional Elements of Tax Policy and Tax Administration (hasil tes 33%);
      • 6.6. Concluding Module 6 (hasil tes 80%).
  • Part III: Managing Budgetary Resources Effectively.
    1. Module 7: Budget Execution and Control Processes.
      • 7.1. Introduction;
      • 7.2. About Budget Execution (hasil tes 100%);
      • 7.3. Key Stages of Budget Execution (hasil tes 100%);
      • 7.4. Risks During Budget Execution (hasil tes 100%);
      • 7.5. Controls During Budget Execution (hasil tes 100%);
      • 7.6. Financial Management Information System (FMIS, hasil tes 83%);
      • 7.7. Internal Audit (hasil tes 100%);
      • 7.8. Concluding Module 7 (hasil tes 60%).
    2. Module 8: Cash and Debt Management.
      • 8.1. Introduction;
      • 8.2. Management of Financial Resources (hasil tes 100%);
      • 8.3. Fundamental Features of Cash Management (hasil tes 80%);
      • 8.4. Advanced Features of Cash Management (hasil tes 100%);
      • 8.5. Concluding Module 8 (hasil tes 20%).
    3. Module 9: Public Investment Management.
      • 9.1. Introduction;
      • 9.2. Public Investments Foster Economic Growth (hasil tes 0%);
      • 9.3. Public Investment Efficiency (hasil tes 50%);
      • 9.4. Public Investment Management (hasil tes 100%);
      • 9.5. Public Investment Management Phases (hasil tes 75%);
      • 9.6. PIMA Analyses (hasil tes 100%);
      • 9.7. Concluding Module 9 (hasil tes 80%).
  • Part IV: Strengthening Fiscal Responsibility: Reporting and Oversight.
    1. Module 10: Fiscal and Financial Reporting.
      • 10.1. Introduction;
      • 10.2. Budget Cycle and Fiscal Reporting (hasil tes 100%);
      • 10.3. Standards and Guidelines for Accounting and Reporting (hasil tes 89%);
      • 10.4. Cash and Accrual Accounting (hasil tes 100%);
      • 10.5. Concluding Module 10 (hasil tes 80%);
      • 10.6. Additional Resources: Financial Reporting: An Interview on IPSAS.
    2. Module 11: Institutional Oversight of the Budget and PFM.
      • 11.1. Introduction;
      • 11.2. Overview of Stakeholders in Institutional Oversight of the Budget;
      • 11.3. Supreme Audit Institutions (hasil tes 100%);
      • 11.4. Fiscal Councils (hasil tes 100%);
      • 11.5. The Legislature's Role in Budget Oversight (hasil tes 100%);
      • 11.6. Public Participation in Public Financial Management (hasil tes 100%);
      • 11.7. Concluding Module 11 (hasil tes 100%);
      • 11.8. Additional Resources: Supreme Audit Institutions: An Interview with Christopher Mihm from U.S. Government Accountability Office.
    3. Module 12: Fiscal Transparency.
      • 12.1. Introduction;
      • 12.2. What Is Fiscal Transparency (hasil tes 80%);
      • 12.3. Why Fiscal Transparency Is Important (hasil tes 100%);
      • 12.4. The IMF's Fiscal Transparency Code and Other International Standards (hasil tes 100%);
      • 12.5. How to Improve Fiscal Transparency (hasil tes 100%);
      • 12.6. Concluding Module 12 (hasil tes 100%);
      • 12.7. Additional Resources: Natural Resource Fiscal Transparency.
  • Part V: PFM Reform Challenges and Course Wrap-Up.
    1. Module 13: Management and Coordination of Donor Funding.
      • 13.1. Introduction;
      • 13.2. The Definition, Rationale, and Magnitude of ODA (hasil tes 67%);
      • 13.3. ODA Delivery Modalities and Their Interaction with PFM (hasil tes 50%);
      • 13.4. Integrating Aid Flows into the Budget Process (hasil tes 100%);
      • 13.5. Aid Effectiveness and PFM Systems (hasil tes 100%);
      • 13.6. The Importance of Aid Coordinations (hasil tes 100%);
      • 13.7. Emerging Lessons and Conclusions;
      • 13.8. PFM Reforms in Fragile States (hasil tes 67%).
    2. Module 14: PFM Reform Planning.
      • 14.1. Introduction;
      • 14.2. The Importance of PFM Institutions (hasil tes 100%);
      • 14.3. Design, Prioritization, and Sequencing of PFM Reform (hasil tes 100%);
      • 14.4. Challenges in PFM Implementation (hasil tes 100%);
      • 14.5. Organization of Functions (hasil tes 100%);
      • 14.6. Concluding Module 14 (hasil tes 100%).
    3. Module 15: Course Wrap-Up and Main Takeaways.
      • 15.1. Introduction;
      • 15.2. Modern Perspectives of PFM;
      • 15.3. The Budget as a Strategic Policy Tool;
      • 15.4. Managing Budgetary Resources Effectively;
      • 15.5. Fiscal Reporting and Oversight;
      • 15.6. PFM Reform Challenges;
      • 15.7. What Happens if PFM Fails?;
      • 15.8. Assestment: Country Case Study: Mozambique PFM Reforms and Challenges, 2000-2017.

Setelah menyelesaikan seluruh modul, saya harus mengikuti Post-Course Test sebanyak 25 soal. Kali ini saya menjawab benar 18 soal dan mendapat skor 72%. Setelahnya mengisi Course Survey dan 'melahap' Supplementary Material: Interviews with Ministers, Senior Government Officials, and Practitioners. Materi pelengkap ini terdiri atas video wawancara dan diskusi bersama tokoh-tokoh yang kredibel di bidang Manajemen Finansial Publik, diantaranya:

  1. Dimitar Radev, Central Bank Governor of Bulgaria;
  2. Rosine Sori-Coulibaly, Minister of Finance of Burkina Faso;
  3. Seth Terkper, former Minister of Finance of Ghana;
  4. Malado Kaba, Minister of Economy and Finance of Guinea;
  5. Sri Mulyani Indrawati, Minister of Finance of Indonesia;
  6. Henry K. Rotich, Cabinet Secretary of Kenya;
  7. Goodall Gondwe, Minister of Finance and Economic Planning and Development of Malawi;
  8. Alfredo Thorne, former Minister of Economy and Finance of Peru;
  9. Claver Gatete, Minister of Finance and Economic Planning of Rwanda;
  10. Trevor Manuel,former Minister of Finance of South Africa;
  11. Richard Hughes, Her Majesty's Treasury United Kingdom;
  12. Christopher Mihm, United States Government Accountability Office;
  13. Vitor Gaspar, Director of the Fiscals Affair Department of the IMF;
  14. Carolina Renteria, Division Chief in Fiscals Affair Department;
  15. Juan Pablo Guerrero (Network Director Global Initiative for Fiscal Transparency), Vivek Ramkumar (Senior Director of Policy International Budget Partnership), and Christopher Mihm (Managing Director, Strategic Issues U.S. Government Accountability Office);
  16. Martin Cerisola, IMF Mission Chief for Jordan.

Munculnya nama Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, sebagai salah satu tokoh narasumber tentu membanggakan kita sebagai Warga Negara Indonesia. Apalagi dalam wawancaranya, IMF melalui Mario Pessoa dari Fiscal Affairs Department, mengakui kemampuan Pemerintah Indonesia dalam menyoroti kredibilitas anggaran dan pertanggungjawaban fiskal. Dengan kata lain, Indonesia telah diakui dunia sebagai negara berkembang (emerging market) yang memiliki fundamental ekonomi sangat baik dan siap melangkah menuju negara maju (advanced economy).

Baca juga: Semakin Mengagumi Sri Mulyani Melalui Kuliah Umum di Unsyiah

Untuk menyelesaikan kursus, karena dikejar oleh deadline, hampir setiap hari saya hanya tidur 2-4 jam. Saya bangun pukul satu dini hari, membuka laptop, dan mengikuti kursus hingga pukul lima pagi. Seringnya saya tak tidur lagi, meskipun kadang-kadang saya malah ketiduran saat sedang bermain dengan anak-anak di kasur pagi atau siang harinya. Istri pun memberi julukan 'Kalong' karena saya terbangun di malam hari dan baru tidur saat matahari sudah tinggi. Saya pernah coba mengikuti kursus di pagi dan siang hari, tapi distraksi dan gangguan dari anak-anak tak terhindarkan, akibatnya jadi tidak fokus pada substansi materi. Lagipula, di saat itu harusnya saya memang memanfaatkan waktu bermain dengan anak-anak. Untungnya, di hari terakhir saya berhasil menyelesaikan kursus dengan skor akhir 87% dari target pribadi 90%. Meskipun target tak tercapai, tetapi saya tetap dinyatakan lulus karena skor minimal adalah melewati 60%. Pengorbanan yang tak sia-sia!

Online Course Public Financial Management (PFM) International Monetary Fund (IMF) Arisandy Joan Hardiputra
Keputusan saya mengambil tawaran mengikuti kursus PFM sudah tepat. Saya banyak mendapat banyak informasi dan pengetahuan baru mengenai ekonomi makro dan bagaimana proyeksi, proses, dan tantangan Pemerintah dalam mengambil kebijakan fiskal yang bukan saja harus efektif, tapi juga sesuai dengan kaidah yang diatur, khususnya oleh undang-undang. Meskipun dalam beberapa kesempatan saya harus mengakses Google Translate untuk menerjemahkan istilah asing, namun secara keseluruhan, kemampuan Bahasa Inggris saya rasa sudah cukup memadai.

Terima kasih kepada Kementerian Keuangan, khususnya rekan-rekan di KPPN Surabaya II, telah memberikan kesempatan mengikuti kursus PFM. Terima kasih juga kepada IMF Institute. Dan yang terpenting, untuk keluarga -terutama istri yang selalu mendukung. Pada akhirnya, bukan hanya saya menang tantangan, tapi juga punya sertifikat yang layak dibanggakan.

Sertifikat Online Course Public Financial Management (PFM) International Monetary Fund (IMF) Arisandy Joan Hardiputra




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kawasaki Ninja 150R EVILution Edition by CECEN CORE

Multiple Personality Disorder / Alter Ego : Sebuah Anugerah Atau Kutukan Neurosis?

Hal-hal dan Dana yang Perlu Dipersiapkan Selama Kehamilan dan Persalinan