Postingan

Kata Teman, Saya Suami yang Takut Istri

Gambar
Semenjak menikah, beberapa teman saya mengeluhkan betapa susahnya mengajak saya bercengkerama atau berkegiatan di luar rumah, baik itu sekedar nongkrong di warung kopi atau melakukan perjalanan (touring/traveling). Sampai akhirnya saya pun dijuluki suami yang takut istri. Julukan ini merujuk pada acara komedi situasi berjudul Suami-Suami Takut Istri yang pernah tayang di stasiun televisi swasta dalam negeri belasan tahun lalu. Memang, julukan itu hanyalah sebuah candaan. Tetapi, benarkah saya takut pada istri?
Di masa lajang dahulu, saya sudah banyak berpetualang, baik dalam artian harfiah maupun kiasan. Saya sudah menjelajahi berbagai tempat, berkenalan dengan banyak orang, dan melakukan berbagai banyak hal seru dan menarik. Karena saya menikah di usia 30 tahun, berarti saya rasa semua hal yang saya lakukan saat masa lajang dulu sudah lebih dari cukup. Dan satu lagi, saat ini saya bukanlah tipe orang yang sentimental, dan termasuk gampang 'move on'. Artinya, bagi saya, masa …

Cerita Masa SMP dan Perspektif Sistem Zonasi dalam Penerapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

Gambar
Berita tentang polemik dan kontroversi terkait penerapan sistem zonasi dalam penerapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) terus saja bermunculan di berbagai media massa, baik daring maupun versi cetak. Awalnya, Sistem Zonasi secara detail diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 14 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, atau Bentuk Lain yang Sederajat. Pasal 16 ayat (1) menyebutkan : "Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat dari Sekolah paling sedikit sebesar 90% (sembilan puluh persen) dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima."  Permendikbud tersebut kini telah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Sebagai gantinya, Mendikbud menerbitkan Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru…

Dari Abang Kembali Menjadi Mas

Gambar
Bagian I : MerantauHari itu, medio Januari 2018… Seperti biasa, saya sedang duduk di meja kerja Seksi Verifikasi dan Akuntansi Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Banda Aceh, mengerjakan tugas, ketika tiba-tiba saya mendengar sorak-sorai rekan-rekan dari ruang Seksi Pencairan Dana yang letaknya bersebelahan dengan ruangan saya. Tak berapa lama, anak-anak muda itu menghampiri saya seraya mengucapkan, “Selamat ya, Bang!
Beberapa diantaranya berwajah riang, namun ada juga yang memendam semacam kesedihan. Mereka adalah para pegawai junior saya yang juga ditugaskan di KPPN Banda Aceh.
Abang akhirnya pulang kampung juga ke Surabaya. Pasti senanglah Abang,” ujar salah seorang anak muda. Ekspresinya memancarkan keceriaan.
Mendengar kata-katanya, saya seperti tersengat semacam energi, entah apa. Saya hanya terpaku menerima jabat tangannya. Sepersekian detik, pikiran saya seperti kesusahan mencerna informasi itu. Kata-kata sederhana, tapi akibatnya begitu dahsyat. Dalam waktu sepersekia…

Sinergisme "Maling Gorengan" dan "Gembel" yang Berhasil Membuka Mata Banyak Pihak

Gambar
KBBI : Gembel = melarat; miskin sekali.
Minggu (4/11/2018), pertandingan besar dilangsungkan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, antara tuan rumah PERSEBAYA melawan Persija, sebagai bagian kompetisi Liga 1 tahun 2018. Laga yang disebut-sebut akan menjadi lahan panen sanksi denda dari PSSI ini justru berjalan sangat menarik, ditambah dukungan sepanjang laga dari BONEK yang sangat atraktif. Jika saya tuliskan 'sepanjang laga', maka itu benar-benar terjadi, bukan hanya selama 90 menit, tapi juga menjelang dan selepas pertandingan. Namun demikian, sebenarnya BONEK (dan juga panitia) memiliki motivasi tambahan dengan mencoba memanfaatkan situasi dan momen permasalahan antara Via Vallen dan penyerang Persija asal Kroasia, Marko Simic. Via Vallen sendiri adalah penyanyi dangdut yang juga arek Suroboyo. Dalam salah satu Instagramstory-nya beberapa waktu lalu, Via men-screen capture sebuah pesan dari seseorang yang melecehkan dirinya secara seksual dengan mengaburkan identitas …

Sebuah Catatan Kecil Tentang Keluarga

Gambar
Saya tak tahu bagaimana memulai tulisan ini. Sudah sekitar delapan bulan sejak saya menerbitkan tulisan terakhir di blog pribadi. Selama waktu itu, banyak hal terjadi dalam kehidupan saya, sebagian besar menarik dan menyenangkan. Sebenarnya saya sudah membuat beberapa konsep tulisan, tapi  belum termotivasi untuk menerbitkannya.

Saat ini saya sudah bekerja di Kota Surabaya, istri telah melewati usia ke-27, saya sendiri telah melewati momen ulang tahun yang ke-35. Pun begitu juga dengan anak-anak, masing-masing telah berusia empat dan satu tahun. Semuanya diperingati dengan kesederhanaan, setidaknya begitulah yang terlihat. Padahal bagi saya, momen kesederhanaan ini sangatlah istimewa. Untuk pertama kalinya saya bisa merayakan ulang tahun anak-anak bersama kedua orangtua saya. Mengingat saya telah sekitar 15 tahun bekerja di luar Pulau Jawa, sehingga harus berpisah dengan orangtua.



Pun demikian dengan pekerjaan. Kali ini saya bekerja di KPPN Surabaya II, dimana mayoritas rekan kerja b…

Menggerakkan Literasi di Lingkungan Ditjen Perbendaharaan

Gambar
"Tingkatkan Literasi Perbendaharaan Untuk Menggemakan Pembangunan", menjadi tema Hari Bakti Perbendaharaan Tahun 2018.  Tema ini bagi saya sangat menarik karena mengusung kata literasi. Tentunya saya sangat akrab dengan istilah ini, mengingat saya relatif cukup lama berkecimpung di dunia literasi, khususnya jurnalistik dan blogging. Selain menarik, tentu saja tema itu menjadi sangat tepat mengingat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) sedang giat melaksanakan branding image (proses mengenalkan dan mendefinisikan identitas dan peranan organisasi kepada stakeholders dan/atau masyarakat). Branding tak harus melulu tentang logo, semboyan, atau media visual lain, melainkan juga tentang ulasan atau liputan terkait produk terkait. Dalam hal ini, branding DJPb lebih menekankan pada tulisan/artikel seputar proses penyelenggaraan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kisah-kisah inspiratif para pegawai DJPb, dan peranan nyata DJPb dalam pembangunan, baik infrastruktur ma…

Melihat Bagaimana Standar Kualitas Pelayanan Publik Bertaraf Internasional dapat Diimplementasikan dengan baik di KPPN Banda Aceh

Gambar
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) merupakan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan yang memperoleh kuasa dari Bendahara Umum Negara –yaitu Menteri Keuangan- untuk menjalankan sebagian fungsi Kuasa Bendahara Umum Negara. KPPN merupakan ujung tombak pelayanan Direktorat Jenderal Perbendaharaan kepada pemangku kepentingan (stakeholders) di daerah. Saat ini sebanyak 181 KPPN tersebar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
KPPN Banda Aceh berlokasi di lantai 1 gedung A Gedung Keuangan Negara Banda Aceh yang berada di Jalan Tengku Chik Ditiro, Kota Banda Aceh. KPPN Banda Aceh beroperasi mulai pukul 07.30 WIB sampai dengan 17.00 WIB setiap hari kerja Senin hingga Jumat. Di KPPN Banda Aceh, kita bisa melihat bagaimana standar pelayanan publik sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 telah diterapkan dengan baik dan bisa dijadikan pilot project bagi instansi-instansi pemerintah lain di Aceh.
Tak heran melihat b…